BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Rencana pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di depan ruko Aladin 1Batamcenter akan dibarengi dengan pembangunan drainase oleh Pemko Batam.
Meskipun ditentang oleh pengembang setempat, pengerjaan proyek mulai dilakukan dengan mengerahkan alat berat oleh PU, Kamis (29/9/2016).
"Setelah pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Row Jalan dekat Ruko Aladin I selesai dibangun, Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan langsung membangun drainase," ujar CamatBatam Kota Ridwan Afandi, Kamis (29/9/2016).
Lanjut dia, pembangunan drainase yang sebelumnya sudah dibangun pengembang PT Glory Maxima tidak dapat menampung curah hujan.
Ridwan juga menduga, pengembang akan memanfaatkan row jalan sebagai jalan pribadi toko dan tempat parkir, sehingga jalan akan semakin sempit.
"Parit akan langsung dibangun sampai batas Row jalan oleh PU, dari parit yang akan di bangun nanti sisa lahan ruko ini hanya 2 sampai 2,5 meter aja," ujarnya.
Sedangkan pihak pengembang meminta Pemko menghentikan pembuatan tiang sebelum ada keputusan dari pihak BP Batam. Rencananya akan dibangun 32 titik tiang lampu sepanjang 1,6 kilometer selama dua tahun. Sihombing, perwakilan pengawas pengembang ruko tersebut menolak langsung pembangunan PJU yang berada di depan ruko.
"Pada intinya kami menolak. Mengapa harus persis di depan ruko ini, mengapa gak di seberang sana, kalau di depan ruko kan posisinya terlalu ke tengah jalan dan menghambat/mempersempit yang jalan juga," jelas Sihombing.
Pihak PU sempat menggali empat titik, tetapi suasana berubah ketika pihak perwakilan dari pengembang melakukan aksi penolakan. Meski Pemko sempat dihalang-halangi, pihak Pemkotetap melanjutkan pengerukan dengan pengamanan dari Satpol PP. (*) 











batampos.co.id – Kota Batam kembali menorehkan prestasi membanggakan. Wali Kota Batam Rudi pun tersenyum saat menerima penghargaan Indonesi
a’s Attractiveness Award (IAA) 2016, dimana Batam dinobatkan sebagai kota terbaik dengan indeks pembangunan di atas rata-rata nasional.
Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnur, di Ballroom Hotel Mulia Jakarta, Kamis (22/9/2016) malam. Kota Batam terpilih sebagai pemenang kategori Platinum (tertinggi) Indonesia Attractiveness Index dengan total nilai 83,11.
 Terpilihnya Kota Batam sebagai salah satu pemenang setelah sebelumnya dilakukan riset dan penilaian oleh Frontier Consulting Group. Riset tersebut meliputi investasi, infrastruktur, layanan publik, dan pariwisata.
 Pengukuran sebelumnya telah dilakukan melalui seleksi dari 508 kabupaten/kota seluruh Indonesia hingga akhirnya terseleksi 137 kabupaten/kota.
 Ditemui dalam acara tersebut, Rudi mengaku bangga atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, peningkatan sarana dan infrastruktur memang menjadi salah satu fokus pembangunan di Batam. Sebab Batam merupakan destinasi investasi, baik asing maupun domestik

“Infrastruktur kita lengkapi, kita benahi,” ujarnya.
Rudi menambahkan, Kota Batam terus berpacu untuk menyiapkan dan memperbaiki pelayanan publik menjadi lebih baik, lebih cepat dan lebih prima. Dirinya terus bersinergi dengan seluruh unsur forum pimpinan daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat guna menjaga kondisi Batam yang aman, nyaman dan kondusif.
“Batam ini mininya Indonesia, semua suku ada di sana. Kita jaga terus situasi keamanan dan kenyamanan,” lanjut Walikota Batam.
Dengan adanya peningkatan infrastruktur, pelayanan yang prima dan kondisi yang aman dan kondusif, Rudi mengatakan dengan sendirinya investor dan wisatawan akan datang ke Batam.
Sementara Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, dalam sambutannya saat membuka acara tersebut menyampaikan pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia sangat ditentukan oleh kemajuan dan daya saing masing-masing daerah. Daerah yang menarik sebagai tujuan investasi akan memberikan kesempatan yang besar untuk semakin bertumbuh.
“Indonesia’s Attractiveness Award diharapkan mampu memberikan gambaran daya tarik setiap kabupaten/kota maupun tingkat provinsi,” jelasnya.
Rudiantara yang hadir mewakili Presiden Joko Widodo ini menambahkan perlunya setiap daerah untuk dapat mengatur ruang fiskal dalam anggaran belanja daerah masing-masing. Hal ini dimaksudnya untuk memberikan porsi belanja dalam peningkatan infrastruktur sehingga membawa perubahan dan pertumbuhan di daerahnya.
“Jangan sampai habis untuk belanja pegawai saja,” ujar Menkominfo.
Sementara itu Menpan RB, Asman Abnur, mengatakan IAA bukanlah sebuah final melainkan awal wujud pertanggungjawaban pemerintah kepada publik.
“Layar republik tidak boleh berhenti walaupun petugasnya istirahat. Pelayanan publik harus hadir setiap saat,” ujar Menpan RB.
Inovasi pelayan publik harus menjadi model di Indonesia. Di beberapa daerah, sebut Menpan RB, sudah timbul kreativitas yang luar biasa dan bisa menjadi model nasional. Ada 99 pelayan publik yang  dinilai dan akan dikerucutkan menjadi 35 model.
“Kita akan melakukan modelnya studi tiru bukan lagi studi banding”, jelasnya
Sistem pemerintah berbasis teknologi harus dijalankan dan model konvensional harus ditinggalkan. Ke depan, Asman Abnur menargetkan pemerintah daerah harus sudah menerapkan e-goverment, di mana fokusnya ada pada e-budgeting.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPR RI, Ade Komaruddin, Direktur Utama Tempo Bambang Harimurty, CEO Frontier Consulting Group Handi Irawan, serta kepala daerah penerima penghargaan yang digelar setiap tahunnya tersebut.
Beberapa kepala daerah penerima penghargaan IAA di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Banten Rano Karno, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Tangeran Selatan Airin Rachmi Diyani, dan kepala daerah lainnya. (she/bp)
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Rencana pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) oleh Pemko Batam di depan ruko Central Aladin Batam Center mendapat penolakan oleh pengembang, Senin (26/9/2016).
Sihombing, perwakilan pengawas pengembang ruko  yang dibangun PT Glory Maxima mengatakan menolak langsung pembangunan PJU yang berada di depan ruko.


"Pada intinya kami menolak. Mengapa harus persis di depan ruko ini, mengapa gak di seberang sana. Kalau di depan ruko kan posisinya terlalu ke tengah jalan dan menghambat atau mempersempit jalan juga," jelas Sihombing.
Meski mendapat penolakan, pengukuran tetap dilanjutkan Dinas Pekerjaan Umum.
Pengukuran itu juga dihadiri Camat Batam Kota Ridwan Afandi.
Menurutnya desakan pembangunan PJU adalah permintaan masyarakat setempat dan telah disampaikan di Musrembang.
Pihaknya sudah delapan kali rapat (Musrenbang) untuk melakukan pemasangan PJU yang tidak mendapat titik temu.
"Ya hari ini kami lakukan pengukuran untuk menentukan batas row jalan untuk pemasangan tiang, ini permintaan masyarakat karena di jalan ini gelap, dan sering terjadi tindak kejahatan. Kalau itu memang hak pemerintah dan untuk kepentingan masyarakat harga mati. Kami pastikan pengukuran row, jalan terus," kata Ridwan.(*)
Walikota Batam H. Muhammad Rudi, SE, MM meresmikan Sarana Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk Pulau Mecan dan Pulau Sarang, Kelurahan Sekanak Raya Kecamatan Belakang Padang pada hari Senin, 26 September 2016.












Media Center Batam - Walikota Batam, Muhammad Rudi meminta PT PLN Batam membuka data keuangan. Bila memang terjadi kerugian seperti alasan rencana kenaikan tarif, maka harus disampaikan besarannya ke publik.
"Harus dibuka ruginya berapa. Selama ini tak pernah dibuka," kata Rudi di Kantor Walikota Batam, beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan masalah kelistrikan atau energi ini sudah tidak menjadi kewenangan pemerintah kota lagi. Karena sudah dialihkan ke pemerintah provinsi sesuai Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Oleh karena itu pembahasan mengenai tarif listrik Batam ini juga sudah diserahkan ke Gubernur Kepulauan Riau (Kepri). Menurut Rudi, Gubernur Kepri juga tak ingin ada kenaikan terlalu tinggi sehingga memberatkan masyarakat. Karena biaya listrik ini merupakan pengeluaran rutin bulanan, bukan sesuatu yang dibayar dengan rentang waktu lebih lama.
"Gubernur juga sepakat tidak boleh naik sampai 47 persen. Karena ini tiap bulan. Kalau setahun sekali tidak apa," ujarnya.
Awal tahun 2016 ini PT PLN Batam mengajukan penyesuaian tarif listrik Batam, khususnya untuk pelanggan rumah tangga. Usulan sudah disampaikan ke pemerintahan provinsi Kepri dan telah melalui beberapa kali pembahasan.
Sebagai informasi, listrik di Batam dikelola PT PLN Batam, anak perusahaan PT PLN (Persero). Tarif listrik Batam (TLB) berbeda dengan tarif dasar listrik (TDL) nasional. TLB ditentukan melalui Peraturan Gubernur Kepri.



Selamat Datang

PESAN LAYANAN PUBLIK

Link Internal

 photo dprd_zps04adde6f.png Portal Pemko Batam  photo Humas_zpsec95ad48.png LPSE Kota Batam  photo Pariwisata_zps6c958e93.png

Breaking News

Statistik Kunjungan

Auto Backlink PageRank Checker

- Copyright © Dinas PU Kota Batam - Media Center Batam - Powered by Pemerintah Kota Batam - Editting by Dinas PU Kota Batam -